Deteksi Diabetes Pada Anak

Orangtua harus jeli dalam melihat tanda dan gejala penyakit yang terjadi pada anaknya. Untuk penyakit diabetes, orangtua harus melihat gejala yang misalnya sering minum, buang air kecil, banyak makan tapi berat badan turun dan mudah lelah. Jika anak sudah tidak mengompol dan tiba-tiba ngompol lagi, harus di curigai. Jika anak mengalami gejala demikian, segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan diabetes mellitus (DM).

Pertama-tama akan diperiksa kadar gula darah anak. Diagnosa yang paling sederhana yakni jika dalam 2 pemeriksaan berturut-turut gula darah puasanya >126 mg/dl atau gula darah sewaktu >/-200 mg/dl.

Jika anak telah didiagnosa menderita DM, selanjutnya diperiksa keton (asam) darahnya, untuk melihat kegawatan kondisi anak. Keton seharusnya negatif, kalau ketonnya positif anak harus langsung dirawat karena dikhawatirkan terjadi ketoasidosis.

Untuk menentuka anak mengalami diabetes tipe 1 atau tipe 2 dilakukan pemeriksaan c-peptide. Ini untuk melihat cadangan insulinnya. Kalau c-peptide normal atau berlebihan, berarti anak mengalami DM tipe 2. Sebaliknya jika nilainya dibawah angka normal  berarti DM 1. Nilai normal c-peptide berbeda-beda tergantung alat yang dipakai. Semua pemeriksaan tersebut dilakukan dengan pengambilan darah di vena lengan .

Untuk monitoring perlu pemeriksaan gula darah setiap hari dan pemeriksaan gula darah setiap hari dan pemeriksaan kadar HbA1C tiap 3 bulan, keduanya harus dijalani seumur hidup. HbA1C adalah pemeriksaan daerah yang menggambarkan rerata kadar gula darah dalam 3 bulan terakhir. Ini penting untuk menilai kondisi penyandang DM, bilai idealnya >8%, komplikasi akibat DM bisa saja terjadi.

Periksa gula darah harian dilakukan dengan alat tes gula darah mandiri, dengan darah dari ujung jari. Pada penyandang DM 1, pemeriksaan harus lebih sering. Harus mengukur kadar gula darah sebelum makan, untuk menentukan dosis insulin. Sesudah makan cek lagi, untuk melihat apakah dosis insulinnya sesuai. Jadi bisa cek darah 7 kali/hari. Untuk DM1, terapi dan monitoring segandeng. Inilah membedakan antara DM 1 dan DM 2, atau secara umum pasien DM anak dan dewasa, karena anak umumnya menyandang tipe 1

Deteksi dini dan monitoring yang tepat, bisa membantu anak terhindar dari berbagai kondisi berbahaya. Kontrol dan konsultasi ke dokter setiap bulan, sangat dianjurkan.

Cara Pemesanan Obat Diabetes

Obat Diabetes Tradisional, Herbal dan Alami Untuk, Membantu Pengobatan Penyakit Diabetes, Mengurangi Gejala Kencing Manis dan Membantu Menurunkan Gula Darah Tinggi

Harga Obat Diabetes

Obat Diabetes Herbal, Obat Diabetes Alami

Harga Obat Diabetes 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

 (Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket Hemat Obat Diabetes Tradisional dan Herbal

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

Cara Pemesanan Cepat Obat Diabetes:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Diabsulin Obat Diabetes, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa

This entry was posted in Diabetes Melitus and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.