Patofisiologi Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada 2030, penyandang diabetes di Indonesia melonjak menjadi 21,3 juta jiwa. Angka tersebut mengantarkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak ke-4 di dunia setelah Amerika Serikat, China dan India.

Diabetes-Melitus-Penyakit-Kencing-Manisimages (6)

Saat ini, diabetes mellitus merupakan penyebab kematian nomor enam dari seluruh kematian pada semua kelompok umur. Sayangnya, baru sekitar 30% yang terdiagnosis. Nampaknya, kurangnya pemahaman masyarakat dan kurangnya kompetensi Dokter Umum dalam penatalaksanaan diabetes menjadi kendala tersendiri. Dibutuhkan kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam mengatasi diabetes.

Ada berbagai permasalahan di Indonesia terkait diabetes mellitus. Pertama, prevalensi cenderung meningkat. Kedua, dari banyaknya jumlah penyandang diabetes mellitus, baru sekitar 30% yang telah terdiagnosis, sedangkan sisanya belum terdiagnosis. Dari yang terdiagnosisi sebagian telah disertai dengan komplikasi. Ketiga, rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap diabetes mellitus, padahal ini diperlukan bukan hanya untuk program terapi bahkan lebih penting lagi untuk program pencegahan.

Keempat, program pencegahan belum optimal. Penyakit diabetes mellitus sebenarnya dapat dicegah  atau ditunda kemunculannya bagi sebagian penduduk. Pencegahan diabetes dilakukan dengan melakukan identifikasi faktor risiko seperti : berat badan berlebih atau obesitas, gaya hidup bermalasan, adanya keluarga sebagai penyandang diabetes mellitus. Program pengendalian faktor risiko bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, hal ini merupakan tanggung jawab bersama dari berbagai Kementrian pemerintah daerah dan masyarakat. Program terpadu atau terkoordinasi dari berbagai unsur tersebut secara berkelanjutan masih memerlukan pembenahan. Kelima, minimnya informasi baru mengenai perkembangan pernyakit diabetes mellitus. Padahal, kapasitas provider kesehatan perlu selalu mendapatkan pembaharuan informasi. Demikian juga kapasitas pusat kesehatan yang ada. Hal ini memerlukan upaya yang cukup besar.

Keenam, beban ekonomi diabetes mellitus cukup besar. Beban ini  akan menjadi beban keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sebagian masyarakat belum ditanggung asuransi. Padahal penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang akan disandang seumur hidup dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi bila disertai komplikasi, hal ini pasti akan menimbulkan beban biaya bagi penyandang diabetes mellitus dan keluarga penderita.

Ada banyak faktor yang terlibat, seperti perubahan perilaku akibat peningkatan ekonomi masyarakat yang berpengaruh terhadap kemampuan penyediaan makanan (kalori), sehingga terjadi kelebihan konsumsi kalori. Tersedianya alat bantu untuk mengeerajakan bebagai kegiatan menjadikan kurangnya aktivitas jasmani.  Cara hidup yang kurang banyak bergerak, bekerja dengan komputer, play game merupakan hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai bagi penyandang diabetese mllitus dan mereka yang berisiko terhadap diabetes mellitus. Demikian juga akses untuk mendapat tempat berolahraga bagi masyarakat kebanyakan semakin sedikit. Berkurangnya lahan terbuka di kota-kota yang dapat dimanfaatkan untuk olahraga.

Banyak penyandang diabetes mellitus yang belum terdiagnosis, ini akan memberikan beban ekonomi sangat besar bagi keluarga. Baik akibat biaya yang langsung maupun biaya tidak langsung. Disisi lain, angka keberhasilan mencapai target terapi masih cukup rendah. Di berbagai bagian dunia angka keberhasilan mencapai target terapi masih dibawah 50%. Inipun  dengan upaya pemberian terapi secara kombinasi yang akan meningkatkan biaya pengobatan. Di beberapa daerah di Indoensia ketersediaan obat maupun provider kesehatan untuk penanganan diabates mellitus masih terbatas. Maka, tantangan yang muncul antara lain adalah bagaimana mengurangi atau menghambat peningkatan prevalen, menemukan penyandang diabetes mellitus  yang terdiagnosis meningkat dan segera mendapat penanganan sehingga komplikasi dapat dihindarkan, meningkatkan jumlah dan kualitas provider kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk diabetes mellitus sampai di tingkat paling depan.


=====================================

>>> Kapsul Sambiloto Mengobati Kencing Manis / Diabetes, Menormalkan Kadar Gula Darah, Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Mengatasi Bronchitis & Radang Amandel, KLIK DETAIL DISINI!
>=====================================


This entry was posted in Diabetes Melitus and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>