Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes menjadi penyebab kematian ke-3 terbesar di Indonesia. Hal ini dikemukan oleh Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih pada saat membuka Temu Nasional Strategi Kemitraan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dalam Penguatan Sistem Kesehatan pada Era Desentralisasi, di Jakarta, Kamis 18 Agustus 2011, bahwa penyebab kematian tertinggi adalah : Stroke, Hipertensi, Diabetes (kencing manis), kanker dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Penyakit Diabetes Mellitus terjadi diawali dari adanya kerusakan pankreas dikarenakan banyak faktor. Pankreas menghasilkan insulin yang berfungsi untuk memecah gula daah (glukosa) di dalam tubuh kita. Jadi insulin bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah agar selalu normal.

Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Bila pankreas dalam kondisi sehat maka insulin yang dihasilkan cukup untuk memecah gula darah.

Akan tetapi, bila pankreas tidak normal/sakit maka jumlah insulin yang dihasilkan tidak cukup untuk memecah gula darah tersebut sehinga jumlah gula darah dalam tubuh meningkat.

Kadar gula darah (glukosa) yang melebihi nilai normal itulah yang disebut dengan penyakit diabetes mellitus.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Basah

Penyakit Diabetes Basah – Oke teman-teman semua pada artikel saya yang satu ini saya akan membahas tentang penyakit diabetes basah dan diabetes kering, pastinya bagi anda semua penyakit diabetes merupakan penyakit yang sudah biasa dialami oleh penduduk indonesia. Penyakit diabetes basah dan kering merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh pola makanan, jika seseorang melakukan pola makanan yang tidak sehat dia bisa terkena penyakit diabetes basah atau kering.

Sebenarnya penyakit diabetes dibedakan menjadi dua tipe, tipe pertama penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin didalam tubuhnya sehingga bagi penderita diabetes tipe pertama biasanya pasien harus disuntik insulin dan untuk penyakit diabetes tipe pertama banyak dialami oleh anak remaja yang masih muda, sedangkan untuk diabetes tipe kedua penderita tidak perlu disuntik insulin setiap harinya tatapi untuk diabetes tipe kedua biasanya jika mengalami luka akan susah untuk sembuhnya dan penyakit diabetes kedua ini banyak dialami oleh orang-orang yang sudah lanjut usia. Tetapi kebanyakan dari masyarakat senang menyebutnya dengan penyakit diabetes basah dan kering.

Penyakit Diabetes Basah Dan Kering

Penyakit Diabetes Basah Dan Kering

Beberapa Penyebab Penyakit Diabetes Basah Dan Kering :

  1. Tidak Pernah Olahraga. Orang yang malas untuk berolahraga pastinya lebih beresiko terkena penyakit diabetes, karena tubuh yang tidak sering gerak pastinya tidak akan sehat.
  2. Faktor keturunan. Bagi orang tua yang mengalami penyakit diabetes basah maupun diabetes kering biasanya akan menurunkan pada anaknya, jadi jika orang tua anda menderita penyakit diabetes sebaiknya anda mulai berhati-hati karena penyakit ini bisa beresiko terkena anda juga.
  3. Pola makan tidak sehat. Bagi orang-orang yang sering mengkomsumsi makanan yang tidak sehat akan beresiko terkena penyakit diabtetes, apalagi jika mengkomsumsi makanan yang mengandung banyak pemanis buatan secara otomatif kadar gula didalam darah akan menjadi meningkat melebihi batas normalnya.
  4. Obesitas. Kebanyakan dari orang yang menderita penyakit diabetes basah dan kering adalah orang-orang yang mempunyai berat badan melebihi normalnya atau obesitas.

Beberapa penyebab penyakit diabetes basah dan kering diatas sebaiknya anda hindari, karena jika anda sudah terkena penyakit ini akan sulit untuk melakukan penyembuhannya. setelah saya memberitahu apa saja yang menjadi penyebab seseorang terkena penyakit diabetes atau gula darah saya akan memberitahu anda apa saja gejela-gejala yang sering dialami oleh penderita diabetes basah dan kering.

Macam-Macam Gejala Penyakit Diabetes Basah Dan Kering :

Penglihatan Akan Menjadi Tidak Jelas

Untuk penderita penyakit diabetes basah dan kering biasanya akan mengalami gejala seperti pandangan matwa akan menjadi kabur atau tidak jelas, itu bisa disebabkan karena kadar glukosa meningkat dan naik sehingga mengakibatkan pembulu darah menjadi rusak sehingga cairan yang masuk kedalam mata menjadi terbatas dan berkurang dan mengakibatkan pandangan mata menjadi kabur atau tidak jelas.

Kelelahan

Bagi penderita diabetes pastinya akan sering merasa kelelahan jika melakukan berbagai aktivitas.

Sering Merasa Haus

Gejala penyakit diabetes yang lainnya adalah dehidrasi untuk pendertia diabetes akan sering merasa kehausan atau dehidrasi, dan karena sering merasa haus dan akan minum sebanyak-banyaknya biasanya penderita juga akan sering buang air kecil.

Infeksi Jamur

Penderita diabetes akan mengalami masalah dalam sistem kekebalan tubuh, biasanya sistem kekebalan tubuhnya akan menjadi berkurang sehingga penderita penyakit diabetes akan mudah mengalami infeksi jamur yang lainnya.

Luka Susah Sembuh

Untuk gejala penyakit diabetes basah biasanya jika mengalami luka dibagian tubuhnya luka tersebut akan susah untuk mengering dan sembuh bahkan luka tersebut bisa menyebar kemana-mana, sedangkan untuk diabetes kering biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Masalah Gusi

Untuk gejala yang lainnya adalah masalah gangguan pada gusi, penderita diabetes akan rentan dengan kerusakan gusi. Biasanya penderita akan mengalami pembengkakan pada gusinya dan iritasi gusi.

Cara Mencegah Penyakit Diabetes Basah Dan kering Adalah :

  1. Melakukan pola makan yang sehat
  2. Melakukan olahraga secara teratur
  3. Kurangi mengkomsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan
  4. Kurangi kadar gula yang masuk kedalam tubuh
  5. Sering melakukan cek gula darah

Beberapa cara mencegah penyakit diabetes basah dan kering bisa anda terapkan didalam kehidupan anda sehari-hari, jika anda tidak ingin terkena penyakit tersebut anda harus melakukan pola hidup yang sehat dan juga melakukan olahraga secara teratur. Jangan biarkan penyakit diabetes menyerang tubuh anda dan menjadikan anda lemah karena penyakit ini, mulailah gaya hidup yang sehat dan cintai diri anda sendiri agar anda bisa sehat sampai usia tua nanti.
Nah, sekarang anda sudah mengetahui apa saja penyebab orang terkena diabetes, gejala diabetes dan cara mencegah diabetes. Semoga informasi yang saya berikan bisa bermanfaat untuk anda semua guys dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh anda.

Posted in Penyakit Diabetes | Tagged , , , , | Leave a comment

Retinopati Diabetika

Retinopati Diabetik adalah penyakit diabetes mellitus ( kencing manis ) dapat menyebabkan kebutaan.Diabetes mellitus adalah penyakit yang menyebabkan gangguan penggunaan dan penyimpanan zat gula oleh tubuh. Penyakit diabetes mellitus yang tidak terkontrol akan mengalami kadar gula darah tinggi, rasa haus berlebihan, dan keinginan buang air kecil terus (banyak minum dan banyak kencing). Diabetes mellitus juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah tubuh.

diabetes mellitus

diabetes mellitus

Efek diabetes mellitus tersebut di atas bisa menyebabkan gangguan dan penglihatan penderita akibat katarak, glaukoma, dan yang paling penting adalah kerusakan pembuluh darah dalam mata.

Retinopati diabetika adalah komplikasi diabetes mellitus yang disebabkan oleh perubahan – perubahan pembuluh darah didalam mata. Retina adalah lapisan syaraf yang peka terhadap cahaya melapisi mata bagian dalam.

Cahaya dan bayangan yang difokuskan pada retina oleh lensa mata akan diteruskan ke otak. Fungsi retina disini dibandingkan dengan film di dalam kamera.

Pembuluh darah retina yang rusak akibat penyakit diabetes mellitus bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut, bisa terjadi pendarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Perubuhan pada retina akibat kerusakan pembuluh darah ini menyebabkan kebutaan. Insiden kebutaan pada penderita diabetes mellitus adalah 25 kali lebih tinggi dari populasi normal.

Makin lama seseorang menderita diabetes mellitus, semakin tinggi kemungkinan ia akan menderita retinopati diabetika. Sekitar 80% orang yang sudah mempuyai penyakit diabetes mellitus selama 15 tahun akan terserang oleh retinopati diabetika.

Diagnosis Retinopati Diabetika

Penanganan cepat dan tepat merupakan kunci penyelamatan penglihatan pada retinopati diabetika. Oleh karena itu penting sekali untuk mendeteksi penyakit ini sedini mungkin.

Seringkali retinopati diabetika tidak memberikan gejala apapun, sehingga untuk melakukan deteksi dini, penyakit diabetes perlu melakukan pemeriksaan mata berkala kepada dokter mata. Setelah meneteskan obat untuk melebarkan pupil, dokter mata akan memeriksa bagian dalam mata dengan alat yang disebut oftalmoskop. Ada kalanya pasien dianjurkan menjalani pemeriksaan dengan fluoerescein angiografi, adalah foto khusus yang dilakukan setelah penyuntikan zat warna ke dalam pembuluh darah lengan. Zat warna tersebut (fluoerescein ) akan menunjukkan titik-titik kebocoran retina pada foto yang dibuat.

Penanganan Retinopati Diabetika

Penanganan retinopati diabetika ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain :

  1. Umur penderita
  2. Riwayat penyakit
  3. Pola hidup
  4. Kerusakan retina

Retinopati yang ditemukan pada stadium awal, sering kali tidak memerlukan terapi tetapi cukup dengan pengawasan secara berkala. Pengobatan dianjurkan untuk menghentikan proses kerusakan retina dan bila mungkin memperbaiki tajam penglihatan.

Sinar Laser

Sinar laser bermanfaat untuk mengobati retinopati diabetika. Sinar laser adalah senar berkekuatan tinggi yang difokuskan pada retina yang rusak. Beberapa tembakan halus sinar leser dapat menutup kebocoran pembuluh darah sekitar makula mengurangi edema makula. Pada retinopati diabetika proliferetif dengan neovaskularasasi, diperlukan tembakan laser secara luas dengan intensitas dan jumlah tembakan yang tinggi untuk mencapai jumlah tembakan yang cukup ( anatara 2000-4000 tembakan ) kadang diperlukan terapi laser beberapa kali.

Efek samping terapi laser dalam jumlah besar antara lain :

  1. Rasa sakit dan mual.
  2. Silau, penurunan tajam penglihatan.
  3. Penyempitan lapangan pandang dan kesulitan melihat pada malam hari

Umumnya efek samping ini akan berkurang setelah beberapa waktu. Laser tetap merupakan pengobatan retinopati diabetika yang terbaik, walaupun efek sampingnya kadang cukup mengganggu. Retinopati diabetika proliferetif yang tidak ditangani dengan laser hampir selalu akan berakhir dengan kehilangan tajam penglihatan yang berat. Pada kasus retinopati diabetika proliferetif dengan perdarahan vitreus, sinar laser mungkin tidak tembus, dalam keadaan demikian kryoterapi dilakukan untuk mengatasi neovaskularasasi tersebut.

Dengan adanya kemajuan dalam diagnosis dan terapi retinopati diabetika, angka kebutaan atau penurunan tajam penglihatan berat telah menurun banyak dibanding masa lampau.

Jenis Retinopatika Diabetika

Jenis Retinopatika Diabetika yang paling awal. Pembuluh darah kecil di dalam retina mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina dan penimbunan zat lemak. Biasanya pada jenis awal ini belum terjadi gangguan penglihatan, kecuali retina yang bengkak adalah “makula” yaitu bagian retina yang digunakan untuk membaca. Makula bengkak disebut “ macular edema “

Retinopatika Diabetika merupakan peringatan tentang kemungkinan terjadinya retinopati diabetika yang lebih buruk.

Retinopati diabetika proliferetif, adalah jenis retinopati diabetika yang lebih buruk.

Pada retinopati jenis ini, terjadi pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada permukaan retina. Pertumbuhan pembuluh darah abnormal ini disebut neovaskularasasi pembuluh darah abnormal ini halus dan rapuh sehingga mudah pecah dan berdarah.

Vitreus atau badan kaca adalah bahan jernih berbentuk seperti agar – agar yang mengisi rongga bola mata. Perdarahan vitreus akibat pecahnya pembuluh darah abnormal (neovaskularasasi ) menyebabkan penurunan tajam penglihatan karena darah pada vitreus menghalangi masuknya sinar ke dalam bola mata.

Pembuluh darah abnormal (neovaskularasasi) dapat merangsang tumbuhnya jaringan ikat yang dapat menarik retina sampai terlepas dari dinding bola mata, yang disebut dengan ablasio retina. Jika dibiarkan saja ablasio retina ini akan menyebabkan kebutaan.

Neovaskularasasi dapat sampai ke pupil dan akan menyebabkan terjadinya glaukoma, akibat peningkatan tekanan bola mata.

Retinopati diabetika tipe proliferetif merupakan bentuk retinopati diabetika paling buruk. Jenis retinopati ini di derita oleh kurang lebih 20% penderita diabetes dan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Gejala Retinopati Diabetika

Pada tahap awal retinopati diabetika, umumnya tidak ada gangguan penglihatan kecuali bila sudah terjadi edema makula. Stadium awal retinopati diabetika ini hanya dapat ditemukan dengan pemeriksaan retina oleh dokter mata.

Pada retinopati diabetika tipe proliferetif, penderita akan mengeluh penglihatan kabur, bayangan bintik-bintik atau serat seperti sarang laba-laba, atau penglihatan menjadi perdarahan di dalam bola mata. Walaupun tidak menimbulkan rasa sakit, retinopati diabetika proliferetif sangat berbahaya oleh dokter mata. Kehamilan, tekanan darah tinggi, dan merokok dapat memperburuk retinopati diabetika.

Vitrektomi

Pada kasus retinopati diabetika proliferetif lanjut, vitrektomi mungkin dianjurkan oleh dokter mata. Vitrektomi adalah tindakan bedah mikro yang dikerjakan dengan bius umum dikamar operasi, dalam hal ini vitreus yang penuh darah akan dikeluarkandan diganti dengan cairan jernih. Sekitar 70% penderita yang menjalani operasi vitrektomi akan mengalami perbaikan penglihatan. Harapan perbaikan penglihatan setelah operasi vitrektomi lebih besar pada kasus yang pernah menjalani laser, dan pada kasus dengan makula masih melekat.

Pada kasus dengan makula sudah terlepas, umumnya tajam penglihatan setalah vitrektomi tidak akan lebih baik dari menghitung jari pada jarak antara 1 dan 3 meter. Pada sekitar 20% kasus yang belum pernah menjalani laser, tindakan vitrektomi akan menghasilkan komplikasi yang justru akan memperbentuk tajam penglihatan. Nyata bahwa terapi laser yang cukup awal sangat berperan dalam menyelamatkan penglihatan bagi penyakit diabetes atau penderita retinopati diabetika

Peranan penderita

Keberhasilan penanganan retinopati diabetika juga tergantung kepada perhatian penderita terhadap diet dan obat-obatan. Penting bagi yang mempunyai penyakit diabetes untuk menjaga kadar gula darah, mengawasi tekanan darah dan tidak merokok.

Ohlaraga umunya tidak merupakan masalah bagi penderita retinopati diabetika awal. Kadang kala penderita akan diminta untuk mengurangi gerakan yang mungkin akan menyebabkan perdarahan.

Penglihatan penderita diabetes umumnya bisa diselamatkan:

  1. Retinopati diabetika tidak selaku memberikan gejala
  2. Deteksi sini retinopati diabetika adalah cara terbaik untuk mencegah kehilangan penglihatan
  3. Penderita diabetes harus memeriksa retinanya minimal sekali dalam setahun, setelah di temukan adanya retinopati diabetika, frekuensi pemeriksaan sebaiknya lebih sering.
  4. Dengan pengawasan yang seksama, dokter mata dapat memulai pengobatan sebelum terjadi kehilangan penglihatan. Tarapi laser dan operasi sangat efektif pada pengobatan retinopati diabetika.

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Pada Masa Kehamilan

Diabetes masa kehamilan adalah jenis diabetes yang terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mepunyai penyakit diabetes. Terjadinya pada minggu ke 24 sampai 28 pada masa kehamilan. Walaupun diabetes pada masa kehamilan termaksud salah satu faktor resiko terkena diabetes tipe 2, kondisi ini adalah kondisi sementara dimana kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan.

Untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2 dikemudian hari, wanita yang mempunyai penyakit diabetes masa kehamilan perlu untuk menjaga berat badan dan rutin melakukan tes gula darah.

diabetes pada masa kehamilan

diabetes pada masa kehamilan

Apa yang menjadi penyebab diabetes masa kehamilan?

Penyakit diabetes adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Normalnya, kadar gula dikontrol oleh insulin, sebuah hormon yang dihasilkan pankreas. Pada masa kehamilan, plasenta menghasilkan hormon yang berguna untuk perkembangan bayi, hanya saja hormon ini juga dapat menyumbat fungsi insulin ibu, dan menyebabkan terjadinya kondisi ketahanan terhadap insulin kondisi dimana insulin tidak sensitif lagi terhadap sel tubuh. Akibat adanya resistensi insulin ini, produksi ibu akan meningkat tetapi tidak dapat menurunkan kadar gula darah.

Penyakit diabetes yang terjadi pada masa kehamilan ini tidak hanya membahanyakan ibu tetapi juga berbahaya bagi bayi yang dikandungnya.

Siapa saja yang berpotensi menderita diabetes masa kehamilan?

Resiko terkena diabetes masa kehamilan lebih besar bagi wanita yang memiliki faktor-faktor resiko dibawah ini:

  • Usia diatas 25 tahun
  • Memiliki riwayat kesehatan keluarga dengan diabetes
  • Kondisi pre-diabetes atau pernah menderita diabetes masa kehamilan sebelumnya
  • Ras tertentu, misalnya kepulauan pasifik, asia, sampai sub kontinen india
  • Riwayat pernah melahirkan bayi besar
  • Berat badan nambah atau obesitas akibat hamil

Akibat dari diabetes masa kehamilan

Untuk bayi – jika tidak dikontrol, kadar gula darah ibu yang tinggi akan menerobos plasenta sehingga kadar gula darah bayi akan meninggi. Akibatnya tubuh bayi akan menghasilkan lebih banyak insulin untuk mengkompensasi keadaan tersebut.

Semakin banyak insulin dan gula darah yang diubah menjadi energi dalam tubuh bayi akan dideposit sebagai jaringan lemak. Hal ini akan menyebabkan bayi kelebihan berat badan atau terlahir besar ( makrosomia ).

Makrosomia dapat memberikan komplikasi pada saat melahirkan, selain itu pada waktu anak – anak nanti bayi kehamilan cenderung obesitas dan lebih beresiko untuk berkembang menjadi diabetes tipe 2 pada waktu dewasa.

Untuk ibu – komplikasi dari diabetes masa kehamilan berupa : kadar gula darah yang tinggi, pre-eklampsia, pendarahan rahim dan kelahiran prematur.

Bagimana diabetes masa kehamilan terdiagnosa?

Ibu hamil disarankan untuk melakukan tes gula darah pada saat kehamilan mereka memasuki minggu ke 24 samapi 28. Pada tes ini, kadar gula diukur 1 sampai 2 jam setelah meminum cairan yang mengandung gula. Biasanya kadar gula darah akan kembali normal setelah beberapa jam meminum larutan gula, sementara pada diabetes kadar gula darah akan tetep tinggi.

Setelah melahirkan biasanya kadar gula darah akan normal kembali, akan tetapi ibu yang menderita penyakit diabetes pada masa kehamilan harus tetap dimonitor selama enam sampai delapan minggu sesudah melahirkan.

Penanganan terhadap diabetes masa kehamilan

Tujuan penanganan diabetes pada masa kehamilan adalah untuk mempertahankan kadar gula darah yang nilainya hampir sama dengan individu yang tidak memiliki diabetes.

Hal ini biasanya mencakup perencanaan pola makan, aktivitas fisik, monitoring gula darah secara teratur dan pemberian insulin jika diperlukan. Ibu yang menderita penyakit diabetes pada masa kehamilan wajib melakukan konsultasi dengan dokter, ahli gizi atau perawat yang berkompeten dalam penanganan penyakitnya.

Resiko Diabetes Tipe 2

Para wanitayang mengidap diabetes masa kehamilan, berpotensi menderita penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari biasanya, resiko itu akan bertambah besar, sekitar 50%, setelah 25 tahun dari masa kehamilan.

Anak yang terlahir dari ibu yang menderita diabetes pada masa kehamilan juga berpotensi untuk mengalami obesitas dan menderita diabetes tipe 2 setalah dewasa.

Oleh karena itu, pentingnya dilakukan upaya pencegahan yang mencakup perubahan pola hidup ( pola makan yang sehat, aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan ) serta pemeriksaan gula darah secara rutin bagi mereka yang termaksud kedalam kelompok beresiko tinggi tersebut.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 disebut diabetes tergantung insulin atau diabetes juvenil, yang diderita oleh anak – anak dan remaja. Lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan diabetes tipe 2

Penelitian WHO ( Badan Kesehatan Dunia ) menunjukkan pesatnya pertumbuhan penyakit diabetes tipe 1 di dunia. Hanya saja belum jelas apakah pertumbuhan ini dikarenakan cepatnya penyebaran penyakit, atau semakin banyaknya penderita yang telah terdiagnosa.

diabetes tipe 1

diabetes tipe 1

Apakah Diabetes Tipe 1 itu?

Diabetes adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Normalnya, kadar gula darah normal di kontrol oleh insulin, sebuah hormon yang dihasilkan oleh pankreas.

Pada diabetes tipe 1, sel pankreas yang menghasilkan insulin telah dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri – suatu reaksi yang dikenal dengan reaksi autoimun sehingga tubuh penderita dalam hal ini pankreas sama sekali tidak mengasilkan insulin.

Akibat kadar gula dalam darah meningkat, sel tubuh kekurangan energi sehingga akhirnya terjadi pembakaran lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif dengan hasil akhir berupa keton. Adanya keton yang beredar dalam darah akan sangat membahayakan jiwa penderita diabetes 1.

Apakah penyebab Diabetes Tipe 1?

Penyebab diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti. Diperkirakan faktor penyebabnya merupakan kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan. Para ahli telah menemukan beberapa jenis gen yang menjadi pemicu diabetes tipe 1. Selain itu faktor lingkungan seperti infeksi virus atau zat kimia bisa memicu rusaknya sel pankreas pada individu yang secara gen beresiko.

Tanda Tanda Diabetes Tipe 1 dan gejala Diabetes Tipe 1

Gejala – gejala dan tanda – tanda timbulnya penyakit diabetes tipe 1 munculnya secara tiba-tiba, misalnya :

  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lelah
  • Pandangan kabur
  • Sering terjadi infeksi ( kulit, saluran kemih )
  • Berat badan turun
  • Nyeri perut, mual, muntah – muntah
  • Sesak nafas
  • Kesadaran menurun

Faktor resiko dari Diabetes Tipe 1

penyakit diabetes melitus tipe 1

penyakit diabetes melitus tipe 1

Riwayat kesehatan keluarga dengan diabetes tipe 1

Infeksi virus, gondongan atau campak, bisa menyebabkan reaksi imun dan bisa menghancurkan sel – sel yang memproduksi insulin.

Infeksi virus dalam masa kehamilan bisa meningkatkan resiko anak terkena diabetes tipe 1. Lebih dari 20 persen anak – anak yang terkena infeksi sewaktu berada dalam rahim ( bertular dari infeksi pada ibunya ), akan terkena diabetes tipe 1 dalam 5-20 tahun mendatang.

Sampai saat ini, faktor resiko yang memicu timbulnya diabetes tipe 1 tidak dapat diubah.

Perawatan untuk Diabetes Tipe 1

Perlu diberikan suntikan insulin tiap hari karena tubuh tidak bisa menghasilkan insulin. Pengaturan pola makan dan aktivitas fisik juga sangat penting guna membantu mengatur kadar gula darah.

Penderita diabetes harus menyeimbangkan jumlah insulin dengan makanan yang dimakan, agar kadar gula darah tetap berada pada batas normal. Tujuan penanganan diabetes tipe 1 adalah untuk mempertahankan kadar gula darah mendekati nilai normal, mengurangi atau setidaknya memperlambat timbulnya komplikasi serta mendeteksi sedini mungkin komplikasi yang terjadi

Karena perderita diabetes tipe 1 harus menggunakan insulin secara intensif maka pemantauan kadar gula darah secara rutin sangat diperlukan guna mencegah terjadinya hipoglikemi

Komplikasi Diabetes Tipe 1

Komplikasi yang paling sering ditemukan pada Diabetes Tipe 1 misalnya :

Retinopathy : kerusakan pembuluh darah mata, biasanya terjadi pada penderita diabetes tipe 1 dengan riwayat penyakit lebih dari 15 tahun, sangat jarang ditemukan pada penderita sebelum usia pubertas.

Nefropaty : kerusakan ginjal terjadi sekitar 20-30% pada penderita diabetes tipe 1 yang memiliki riwayat sekitar 15-25 tahun. Nefropaty jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gagal ginjal dan gangguan jantung.

Gangguan aliran darah dan kerusakan saraf terutama pada kaki, hal ini dapat menyebabkan kaki lebih mudah mengalami cedera serta luka yang sulit sembuh sehingga penderita beresiko tinggi untuk diamputasi.

Penanganan dan pemantauan rutin yang tepat bagi penderita diabetes tipe 1 sangat diperlukan agar mereka dapat hidup layaknya orang normal dan kualitas hidup serta produktivitas penderita diabetes tipe 1 dapat dipertahankan.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Diabetes Mellitus

Seseorang yang mengalami penyakit diabetes melitus yang dideritanya selama bertahun-tahun tanpa mengethaui bahwa orang tersebut sudah terkena penyakit diabetes mellitus. Konsentrasi gula darah yang tinggi bbisa merusak bagian atau organ tubuh seseorang. Oleh karena itu pencegahan yang dilakukan sebelum terjadi komplikasi penyakit diabetes mellitus haruslah dilakukan sedini mungkin. Pengendalian penyakit diabetes melitus ini dilakukan dengan mendekati normal sehingga bisa menghentikan atau memperlambat dari terjadinya kerusakan pada mata, syaraf atau juga ginjal.

Komplikasi penyakit diabetes mellitus adalah karena penderita diabetes melitus yang akan mengalami berbagai komplikasi dalam jangka waktu yang panjang jika diabetes tidak dikelola dengan baik. Komplikasi penyakit diabetes mellitus ini bisa menyerang bagian jantung dan bisa menyebabkan penyakit stroke. Kerusakan pada daerah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan mata akibat dari kerusakan yang terjadi pada retina mata atau retinpati diabetikum. Kelainan fungsi ginjal juga bisa terjdi tyang bisa menyebabkan masalah gagal ginjal sehingga penderita harus melakukan cuci darah.

Komplikasi penyakit diabetes mellitus adalah kerusakaan pada syaraf yang bisa menyebabkan kulit manjadi lebih sering mengalami cedera atau mengalami luka. Karena penderita tidak bisa meredakan perubahan tekanan maupun suh. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus atau borok dan semua penyembuhan dari luka berjalan menjadi sangat lambat. Ulkus yang terjadi di kaki menjadi sangat dalam dan bisa mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lebih lama sehingga sebagian tungkai haruslah diamputasi.

Gagguan yang terjadi pada saraf yang bisa bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami masalah kelainan fungsi atau mononeuropati maka sebuah lengan atau tungkai kaki biasa secara tiba-tiba akan menjadi lemah. Jika syaraf yang menuju ke tangan maka tungkai dan kaki mengalami kerusakan, maka pada lengan dan tungkai yang bisa dirasakan adalah kesemutan atau juga nyeri seperti terbakat dan juga mengalami kelemahan.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diet Untuk Penderita Diabetes

Mengelola penyakit diabetes melitus sebenarnya memang mudah asalkan penderita diabetes bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga yang dilakukan secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat. Seseorang dikatakan menderita penyakit diabetes bila kadar glukosa dalam darah diatas 120 mg.dL dalam kondisi berpuasa, dan diatas 200 mg/dL setelah dua jam makan. Tanda lainnya yang lebih nyata adalah apabila jika air seninya ini positive mengandung gula.

Penyakit diabetes ini muncul karena hormon insulin yang dikeluarkan oleh sel-sel beta dari ulau langerhans ini atau struktur dalam pankreas yang bisanya bertugas dalam mengatur kadar gula dalam darah tidak lagi bekerja dengan normal. Dan akibatnya kadar gula di dalam darah ini kemudian meningkat. Bila keadaan ini berlanjut, dan kemudian melewati ambang batas ginjal, zat gula akan dikeluarkan melalui air seni. Salah satu cara mengatasi penyakit diabetes ini adalah dengan diet untuk penderita diabetes.

Diet untuk penderita diabetes dilakukan selain dengan mengontrol kadar gula darah secara teratur, dan melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur merupakan salah satu kunci sukses dari pengelolaan penyakit diabetes. Dalm hal ini makanan misalnya, penderita penyakit diabetes haruslah memperhatikan takaran dari karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energy diperoleh pada zat ini.

Ada dua golongan karbohidrat yakni sebagai salah satu menu diet untuk penderita diabetes yakni jenis karbohidrat kompleks dan karbohidrat jenis yang sederhana. Di dalam tubuh karbohifrat kompleks seperti dalam roti dan juga nasi, haruslah diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran darah. Sebaliknya, karbohidrat sederhana misalnya seperti es krim, jeli, selai, sirup, minuman ringan, dan permen. Langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darahnya langsung melejit.

Dan dari sisi makanan penderita diabetes lebih dilanjurkan mengonsumsi karbohidrat berserat misalnya adalah seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar misalnya adalah buah papaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dan juga buah lainnya.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai dengan pengeluaran urin yang berlebih. Penyebab diabetes insipidus yaitu kekurangan ADH. Kurangnya ADH mengakibatkan peningkatan pengeluaran urin, peningkatan dehidrasi pada penderita, rasa haus terus-menerus dan tekanan darah rendah.

Diabetes diatasi dengan pemberian ADH sintetis melalui suntikan, dihirup atau tablet. Penyebab diabetes yaitu ketidakmampuan pankreas menghasilkan insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang menurunkan kadar gula dalam darah. Secara normal, kadar yang tinggi dalam darah (misalnya sesudah makan) akan dinormalkan kembali oleh insulin.

diabetes insipidus

Cara mengatasi diabetes mellitus adalah dengan mengatur kadar gula dalam darah yaitu dengan olahraga, diet makanan untuk penderita diabetes suntikan hormon insulin atau meminum obat-obatan.

Diabetes insipidus dipakai untuk menjelaskan keadaan-keadaan di mana fungsi konservasi air oleh ginjal tidak memadai sehingga timbul poliuria dan perasaan haus sekunder, baik karena insufisensi vasopresin (diabets insipidus sentral), ataupun suatu keadaan ginjal yang tidak responsif terhadapa vasopresin (diabetes insipidus nefrogenik). Pada kedua keadaan ini, reabsorpsi air berkurang di sepanjang nefron distal, karena gerakan pasif air dari tubuli ke interstisium meduler bagian luar dan dalam yang hipertonik adalah lambat.

Meskipun kecepatan gerakan air keluar dari duktus kolektivus adalah lambat untuk perbedaan osmotik yang diberikan antara lumen tubulus dan cairan interstisial, cairan yang mencapai duktus koletivus sangat encer dan dalam volume yang sangat besar di mana jumlah air yang mencapai medula bagian dalam lebih banyak dari normal dan cairan-caoran dari medula terkikis ke dalam vasa rekta. Pembersihan tidak lengkap; meskipun pemberian vasopresin dapat membentuk air kemih yang pekat, osmolalitas kemih maksimal yang dicapai masih di bawah normal.

Diabetes insipidus peka vasopresin (sentral) dapat terjadi idiopatik atau sekunder terhadap hipofisektomi atau trauma atau sebab neoplastik, inflamasi, vaskuler atau infeksi. Diabetes insipidus idiopatik juga dapat diwariskan secara dominan autosomal bamun lebih sering timbul sporadik dan pada masa kanak-kanak. Pada kedua bentuk diabetes insipidus dapat ditemukan kerusakan selektif dari neurin penghasil vasopresin pada nukleus supraoptik.

Diabetes insipidus nefrogenik jarang terjadi familial dan kongenital, kondisi ini biasnaya bersifat didapat hiperkalsemia dan nefropati hipokalemik merupakan penyebab diabetes insipidus nefrogenik yang dapat dipulihkan kembali. litium karbonat, anestesi dengan metoksifluran dan demeklosiklin dapat juga menimbulkan diabetes insipidus nefrogenik.

 

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2

Pada beberapa tahun ini terjadi perkembangan baru yang menarik pada perajalanan patogenesis dan terapi untuk diabetes mellitus (DM) tipe 2. Menurut Prof. dr. J. W. A. Smit dari leiden University Medical Center , dahulu patogenesis diabetes mellitus tipe 2 berhubungan dengan konsep adanya kelebihan trigliserida yang berasal dari makanan dan berlanjut dengan terjadinya resistensi reseptor insulin dalam tubuh. Konsekuensi dari reseptor insulin sehingga menyebabkan hiperinsulinemia telah dianggap menjadi penyebab berkurangnya penyimpanan insulin di pankreas hingga berujung pada diabetes mellitus tipe 2. Komplikasi kardiovaskuler dari diabetes mellitus tipe 2 dimana merupakan penyebab utama kematian, pada dasarnya merupakan kombinasi dari adanya glikotoksisitas dan lipotoksisitas.

diabetes-mellitus-tipe-2

Kini Prof. Smith menjelaskan, mulai dimengerti bahwa patogenesis diabetes mellitus tipe 2 merupakan fenomena kompleks dimana melibatkan gangguan eksogen dan endogen yang berperan masing-masing maupun bersama-sama. Gangguan ini  tidak hanya melibatkan lipotoksisitas dan glikotoksisitas, tetapi juga pengaruh genetik (kecenderungan gen, kondisi fetal dan perinatal, kerusakan DNA), inflamasi (baik yang diperantrai oleh  sistem imun alamiah dan adaptif), sebtral (diindikasikan dengan efek impresif gangguan tidur pada metabolisme glukosa). Penemuan-penemuan baru tersebut memang tampak semakin memperumit pemahaman diabetes melitus tipe 2, dimana hubugan umum semua faktornya sulit diidentifikasi. Meski  begitu dengan adanya pemahaman baru tentang patogenesis diabetes mellitus tipe 2 maka bisa memberi kesempatan munculnya perkembangan strategi pencegahan yang baru.

Dikatakan oleh Prof. Smit bahwa dahulu protokol terapi untuk diabetes tipe 2 berdasarkan pada uji klinis skala besar yang tidak memperhitungkan variasi masing-masing individu. Selain itu banyak terapi dimulai terlambat karena pada saat baru didiagnosa diabetes mellitus tipe 2 sudah disertai dengan komplikasi yang seringnya bersifat serius dan irreversibel. Komplikasi tersebut dapat berujung pada kecacatan atau kematian. Oleh karena itu sangat penting untuk mengidentifikasi pasein yang berada pada risiko tinggi mengalami diabetes mellitus tipe 2  atau komplikasi yang terkait diabetes mellitus tipe 2.

Lebih lanjut pasien harus distratifikasi untuk terapi yang lebih per individu (daripa satu macam untuk semua) sehingga akan lebih menghemat biaya pengobatan. Penemuan biomarker juga diagnostik lainnya sehingga bisa mendeteksi secara lebih dini juga akan membantu upaya pencegahan lebih efektif.

Menurut Prof. Smit perkembangan ini memiliki relevansi di seluruh  dunia, dimana kejadian diabetes mellitus tipe 2 secara cepat meningkat. Khususnya di daerah non-Barat, Prof. Smit berpesan penting untuk melibatkan faktor lokal sosial dan budaya pada semua strategi untuk mencegah dan mengobati diabetes mellitus tipe 2.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Patofisiologi Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada 2030, penyandang diabetes di Indonesia melonjak menjadi 21,3 juta jiwa. Angka tersebut mengantarkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak ke-4 di dunia setelah Amerika Serikat, China dan India.

Diabetes-Melitus-Penyakit-Kencing-Manisimages (6)

Saat ini, diabetes mellitus merupakan penyebab kematian nomor enam dari seluruh kematian pada semua kelompok umur. Sayangnya, baru sekitar 30% yang terdiagnosis. Nampaknya, kurangnya pemahaman masyarakat dan kurangnya kompetensi Dokter Umum dalam penatalaksanaan diabetes menjadi kendala tersendiri. Dibutuhkan kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam mengatasi diabetes.

Ada berbagai permasalahan di Indonesia terkait diabetes mellitus. Pertama, prevalensi cenderung meningkat. Kedua, dari banyaknya jumlah penyandang diabetes mellitus, baru sekitar 30% yang telah terdiagnosis, sedangkan sisanya belum terdiagnosis. Dari yang terdiagnosisi sebagian telah disertai dengan komplikasi. Ketiga, rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap diabetes mellitus, padahal ini diperlukan bukan hanya untuk program terapi bahkan lebih penting lagi untuk program pencegahan.

Keempat, program pencegahan belum optimal. Penyakit diabetes mellitus sebenarnya dapat dicegah  atau ditunda kemunculannya bagi sebagian penduduk. Pencegahan diabetes dilakukan dengan melakukan identifikasi faktor risiko seperti : berat badan berlebih atau obesitas, gaya hidup bermalasan, adanya keluarga sebagai penyandang diabetes mellitus. Program pengendalian faktor risiko bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, hal ini merupakan tanggung jawab bersama dari berbagai Kementrian pemerintah daerah dan masyarakat. Program terpadu atau terkoordinasi dari berbagai unsur tersebut secara berkelanjutan masih memerlukan pembenahan. Kelima, minimnya informasi baru mengenai perkembangan pernyakit diabetes mellitus. Padahal, kapasitas provider kesehatan perlu selalu mendapatkan pembaharuan informasi. Demikian juga kapasitas pusat kesehatan yang ada. Hal ini memerlukan upaya yang cukup besar.

Keenam, beban ekonomi diabetes mellitus cukup besar. Beban ini  akan menjadi beban keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sebagian masyarakat belum ditanggung asuransi. Padahal penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang akan disandang seumur hidup dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi bila disertai komplikasi, hal ini pasti akan menimbulkan beban biaya bagi penyandang diabetes mellitus dan keluarga penderita.

Ada banyak faktor yang terlibat, seperti perubahan perilaku akibat peningkatan ekonomi masyarakat yang berpengaruh terhadap kemampuan penyediaan makanan (kalori), sehingga terjadi kelebihan konsumsi kalori. Tersedianya alat bantu untuk mengeerajakan bebagai kegiatan menjadikan kurangnya aktivitas jasmani.  Cara hidup yang kurang banyak bergerak, bekerja dengan komputer, play game merupakan hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai bagi penyandang diabetese mllitus dan mereka yang berisiko terhadap diabetes mellitus. Demikian juga akses untuk mendapat tempat berolahraga bagi masyarakat kebanyakan semakin sedikit. Berkurangnya lahan terbuka di kota-kota yang dapat dimanfaatkan untuk olahraga.

Banyak penyandang diabetes mellitus yang belum terdiagnosis, ini akan memberikan beban ekonomi sangat besar bagi keluarga. Baik akibat biaya yang langsung maupun biaya tidak langsung. Disisi lain, angka keberhasilan mencapai target terapi masih cukup rendah. Di berbagai bagian dunia angka keberhasilan mencapai target terapi masih dibawah 50%. Inipun  dengan upaya pemberian terapi secara kombinasi yang akan meningkatkan biaya pengobatan. Di beberapa daerah di Indoensia ketersediaan obat maupun provider kesehatan untuk penanganan diabates mellitus masih terbatas. Maka, tantangan yang muncul antara lain adalah bagaimana mengurangi atau menghambat peningkatan prevalen, menemukan penyandang diabetes mellitus  yang terdiagnosis meningkat dan segera mendapat penanganan sehingga komplikasi dapat dihindarkan, meningkatkan jumlah dan kualitas provider kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk diabetes mellitus sampai di tingkat paling depan.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Pada Anak

Anak Anda menderita diabetes? Jangan buru-buu melarang anak makan ini dan itu. Dengan pengaturan makan yang tepat, anak dapat sehat dan tetap bisa makan makanan kesukaannya.

Diabetes yang menyerang anak umumnya adalah diabetes tipe 1 yang memerlukan pantauan lebih sering terhadap glukosa darah dibanding dengan diabetes tipe 2. Menurut Dr. Gaga Irawan Nugraha, SpGK, diabetes tipe 1 harus dikontrol menggunakan insulin, di mana dosisnya perlu disesuaikan dengan usia, aktivitas, kondisi, dan makanan yang diasup oleh anak.

Namun seringkali orang tua menjadi kuatir dan terbawa denan istilah diet diabetes. Padahal pola makan anak dengan diabetes bertujuan sama dengan anak yang tidak menderita diabetes yaitu menjaga tubuh agar tetap kuat, untuk menunjang pertumbuhan, serta agar anak dapat mencapai berat badan yang sehat. Anak dengan diabetes harus tetap tumbuh secara optimal sama dengan anak tanpa diabetes itu yang harus selalu di perhatikan.

Sama seperti anak-anak pada umumnya, anak dengan diabetes memiliki tantangan untuk selalu makan makanan yang sehat. Hanya saja, mereka perlu lebih pintar dalam memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang diasup. Terutama pada makanan yang mengandung karbohdirat tinggi, termasuk makanan yang manis-manis.

skd238518sdcpiramida-makanan

PERHATIKAN PIRAMIDA MAKANAN

Tidak ada yang namanya diet diabetes yang terpenting adalah menjaga keseimbangan nutrisi yang diasup oleh anak. Menurutnya, tidak ada panduan kaku yang membatasi jenis makanan. Anda dapat mengajak anak untuk mengatur dietnya sendiri secara fleksibel dan tetap memiliki gizi seimbang. Gizi seimbang di sini, terdapat dalam konsep piramida makanan. Yaitu dengan lemak 25-30%, diikuti oleh protein 10-20% dari produk susu, daging, ikan, telur dan lainnya, kemudian sayur mayur dan buah-buahan. Lalu dengan porsi yang paling besar adalah karbohidrat.

Pada intinya ada 3 jenis nutrisi yang terkandung di dalam makanan yaitu lemak, protein dan karbohidrat. Lemak dalam jumlah kecil, umumnya tidak akan mempengaruhi kadar glukosa darah. Namun, lemak merupakan zat yang sulit dicerna. Pada saat anak makan makanan yang tinggi lemak, glukosa darah dapat meningkat selama 12 jam berikutnya. Protein juga umumnya tidak akan meningkatkan glukosa darah, jika dimakan dengan jumlah wajar.

Sedangkan yang paling berpengaruh terhadap kadar glukosa darah adalah karbohdirat. Ini karena akan dipecah oleh tubuh menjadi glukosa dan masuk ke dalam darah segera setelah makan. Oleh karena itu, sebaiknya pemeriksaaan kadar glukosa darah dilakukan sebelum makan dan 2 jam setelah makan. Idealnya, hasil pemeriksaaan setelah makan memiliki nilai 30-50 lebih tinggi dibanding sebelum makan. Jika tidak, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap jumlah asupan karbohidrat atau dosis insulin yang diberikan.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment