Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes menjadi penyebab kematian ke-3 terbesar di Indonesia. Hal ini dikemukan oleh Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih pada saat membuka Temu Nasional Strategi Kemitraan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dalam Penguatan Sistem Kesehatan pada Era Desentralisasi, di Jakarta, Kamis 18 Agustus 2011, bahwa penyebab kematian tertinggi adalah : Stroke, Hipertensi, Diabetes (kencing manis), kanker dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Penyakit Diabetes Mellitus terjadi diawali dari adanya kerusakan pankreas dikarenakan banyak faktor. Pankreas menghasilkan insulin yang berfungsi untuk memecah gula daah (glukosa) di dalam tubuh kita. Jadi insulin bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah agar selalu normal.

Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Bila pankreas dalam kondisi sehat maka insulin yang dihasilkan cukup untuk memecah gula darah.

Akan tetapi, bila pankreas tidak normal/sakit maka jumlah insulin yang dihasilkan tidak cukup untuk memecah gula darah tersebut sehinga jumlah gula darah dalam tubuh meningkat.

Kadar gula darah (glukosa) yang melebihi nilai normal itulah yang disebut dengan penyakit diabetes mellitus.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Diabetes Mellitus

Seseorang yang mengalami penyakit diabetes melitus yang dideritanya selama bertahun-tahun tanpa mengethaui bahwa orang tersebut sudah terkena penyakit diabetes mellitus. Konsentrasi gula darah yang tinggi bbisa merusak bagian atau organ tubuh seseorang. Oleh karena itu pencegahan yang dilakukan sebelum terjadi komplikasi penyakit diabetes mellitus haruslah dilakukan sedini mungkin. Pengendalian penyakit diabetes melitus ini dilakukan dengan mendekati normal sehingga bisa menghentikan atau memperlambat dari terjadinya kerusakan pada mata, syaraf atau juga ginjal.

Komplikasi penyakit diabetes mellitus adalah karena penderita diabetes melitus yang akan mengalami berbagai komplikasi dalam jangka waktu yang panjang jika diabetes tidak dikelola dengan baik. Komplikasi penyakit diabetes mellitus ini bisa menyerang bagian jantung dan bisa menyebabkan penyakit stroke. Kerusakan pada daerah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan mata akibat dari kerusakan yang terjadi pada retina mata atau retinpati diabetikum. Kelainan fungsi ginjal juga bisa terjdi tyang bisa menyebabkan masalah gagal ginjal sehingga penderita harus melakukan cuci darah.

Komplikasi penyakit diabetes mellitus adalah kerusakaan pada syaraf yang bisa menyebabkan kulit manjadi lebih sering mengalami cedera atau mengalami luka. Karena penderita tidak bisa meredakan perubahan tekanan maupun suh. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus atau borok dan semua penyembuhan dari luka berjalan menjadi sangat lambat. Ulkus yang terjadi di kaki menjadi sangat dalam dan bisa mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lebih lama sehingga sebagian tungkai haruslah diamputasi.

Gagguan yang terjadi pada saraf yang bisa bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami masalah kelainan fungsi atau mononeuropati maka sebuah lengan atau tungkai kaki biasa secara tiba-tiba akan menjadi lemah. Jika syaraf yang menuju ke tangan maka tungkai dan kaki mengalami kerusakan, maka pada lengan dan tungkai yang bisa dirasakan adalah kesemutan atau juga nyeri seperti terbakat dan juga mengalami kelemahan.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diet Untuk Penderita Diabetes

Mengelola penyakit diabetes melitus sebenarnya memang mudah asalkan penderita diabetes bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga yang dilakukan secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat. Seseorang dikatakan menderita penyakit diabetes bila kadar glukosa dalam darah diatas 120 mg.dL dalam kondisi berpuasa, dan diatas 200 mg/dL setelah dua jam makan. Tanda lainnya yang lebih nyata adalah apabila jika air seninya ini positive mengandung gula.

Penyakit diabetes ini muncul karena hormon insulin yang dikeluarkan oleh sel-sel beta dari ulau langerhans ini atau struktur dalam pankreas yang bisanya bertugas dalam mengatur kadar gula dalam darah tidak lagi bekerja dengan normal. Dan akibatnya kadar gula di dalam darah ini kemudian meningkat. Bila keadaan ini berlanjut, dan kemudian melewati ambang batas ginjal, zat gula akan dikeluarkan melalui air seni. Salah satu cara mengatasi penyakit diabetes ini adalah dengan diet untuk penderita diabetes.

Diet untuk penderita diabetes dilakukan selain dengan mengontrol kadar gula darah secara teratur, dan melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur merupakan salah satu kunci sukses dari pengelolaan penyakit diabetes. Dalm hal ini makanan misalnya, penderita penyakit diabetes haruslah memperhatikan takaran dari karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energy diperoleh pada zat ini.

Ada dua golongan karbohidrat yakni sebagai salah satu menu diet untuk penderita diabetes yakni jenis karbohidrat kompleks dan karbohidrat jenis yang sederhana. Di dalam tubuh karbohifrat kompleks seperti dalam roti dan juga nasi, haruslah diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran darah. Sebaliknya, karbohidrat sederhana misalnya seperti es krim, jeli, selai, sirup, minuman ringan, dan permen. Langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darahnya langsung melejit.

Dan dari sisi makanan penderita diabetes lebih dilanjurkan mengonsumsi karbohidrat berserat misalnya adalah seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar misalnya adalah buah papaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dan juga buah lainnya.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai dengan pengeluaran urin yang berlebih. Penyebab diabetes insipidus yaitu kekurangan ADH. Kurangnya ADH mengakibatkan peningkatan pengeluaran urin, peningkatan dehidrasi pada penderita, rasa haus terus-menerus dan tekanan darah rendah.

Diabetes diatasi dengan pemberian ADH sintetis melalui suntikan, dihirup atau tablet. Penyebab diabetes yaitu ketidakmampuan pankreas menghasilkan insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang menurunkan kadar gula dalam darah. Secara normal, kadar yang tinggi dalam darah (misalnya sesudah makan) akan dinormalkan kembali oleh insulin.

diabetes insipidus

Cara mengatasi diabetes mellitus adalah dengan mengatur kadar gula dalam darah yaitu dengan olahraga, diet makanan untuk penderita diabetes suntikan hormon insulin atau meminum obat-obatan.

Diabetes insipidus dipakai untuk menjelaskan keadaan-keadaan di mana fungsi konservasi air oleh ginjal tidak memadai sehingga timbul poliuria dan perasaan haus sekunder, baik karena insufisensi vasopresin (diabets insipidus sentral), ataupun suatu keadaan ginjal yang tidak responsif terhadapa vasopresin (diabetes insipidus nefrogenik). Pada kedua keadaan ini, reabsorpsi air berkurang di sepanjang nefron distal, karena gerakan pasif air dari tubuli ke interstisium meduler bagian luar dan dalam yang hipertonik adalah lambat.

Meskipun kecepatan gerakan air keluar dari duktus kolektivus adalah lambat untuk perbedaan osmotik yang diberikan antara lumen tubulus dan cairan interstisial, cairan yang mencapai duktus koletivus sangat encer dan dalam volume yang sangat besar di mana jumlah air yang mencapai medula bagian dalam lebih banyak dari normal dan cairan-caoran dari medula terkikis ke dalam vasa rekta. Pembersihan tidak lengkap; meskipun pemberian vasopresin dapat membentuk air kemih yang pekat, osmolalitas kemih maksimal yang dicapai masih di bawah normal.

Diabetes insipidus peka vasopresin (sentral) dapat terjadi idiopatik atau sekunder terhadap hipofisektomi atau trauma atau sebab neoplastik, inflamasi, vaskuler atau infeksi. Diabetes insipidus idiopatik juga dapat diwariskan secara dominan autosomal bamun lebih sering timbul sporadik dan pada masa kanak-kanak. Pada kedua bentuk diabetes insipidus dapat ditemukan kerusakan selektif dari neurin penghasil vasopresin pada nukleus supraoptik.

Diabetes insipidus nefrogenik jarang terjadi familial dan kongenital, kondisi ini biasnaya bersifat didapat hiperkalsemia dan nefropati hipokalemik merupakan penyebab diabetes insipidus nefrogenik yang dapat dipulihkan kembali. litium karbonat, anestesi dengan metoksifluran dan demeklosiklin dapat juga menimbulkan diabetes insipidus nefrogenik.

 

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2

Pada beberapa tahun ini terjadi perkembangan baru yang menarik pada perajalanan patogenesis dan terapi untuk diabetes mellitus (DM) tipe 2. Menurut Prof. dr. J. W. A. Smit dari leiden University Medical Center , dahulu patogenesis diabetes mellitus tipe 2 berhubungan dengan konsep adanya kelebihan trigliserida yang berasal dari makanan dan berlanjut dengan terjadinya resistensi reseptor insulin dalam tubuh. Konsekuensi dari reseptor insulin sehingga menyebabkan hiperinsulinemia telah dianggap menjadi penyebab berkurangnya penyimpanan insulin di pankreas hingga berujung pada diabetes mellitus tipe 2. Komplikasi kardiovaskuler dari diabetes mellitus tipe 2 dimana merupakan penyebab utama kematian, pada dasarnya merupakan kombinasi dari adanya glikotoksisitas dan lipotoksisitas.

diabetes-mellitus-tipe-2

Kini Prof. Smith menjelaskan, mulai dimengerti bahwa patogenesis diabetes mellitus tipe 2 merupakan fenomena kompleks dimana melibatkan gangguan eksogen dan endogen yang berperan masing-masing maupun bersama-sama. Gangguan ini  tidak hanya melibatkan lipotoksisitas dan glikotoksisitas, tetapi juga pengaruh genetik (kecenderungan gen, kondisi fetal dan perinatal, kerusakan DNA), inflamasi (baik yang diperantrai oleh  sistem imun alamiah dan adaptif), sebtral (diindikasikan dengan efek impresif gangguan tidur pada metabolisme glukosa). Penemuan-penemuan baru tersebut memang tampak semakin memperumit pemahaman diabetes melitus tipe 2, dimana hubugan umum semua faktornya sulit diidentifikasi. Meski  begitu dengan adanya pemahaman baru tentang patogenesis diabetes mellitus tipe 2 maka bisa memberi kesempatan munculnya perkembangan strategi pencegahan yang baru.

Dikatakan oleh Prof. Smit bahwa dahulu protokol terapi untuk diabetes tipe 2 berdasarkan pada uji klinis skala besar yang tidak memperhitungkan variasi masing-masing individu. Selain itu banyak terapi dimulai terlambat karena pada saat baru didiagnosa diabetes mellitus tipe 2 sudah disertai dengan komplikasi yang seringnya bersifat serius dan irreversibel. Komplikasi tersebut dapat berujung pada kecacatan atau kematian. Oleh karena itu sangat penting untuk mengidentifikasi pasein yang berada pada risiko tinggi mengalami diabetes mellitus tipe 2  atau komplikasi yang terkait diabetes mellitus tipe 2.

Lebih lanjut pasien harus distratifikasi untuk terapi yang lebih per individu (daripa satu macam untuk semua) sehingga akan lebih menghemat biaya pengobatan. Penemuan biomarker juga diagnostik lainnya sehingga bisa mendeteksi secara lebih dini juga akan membantu upaya pencegahan lebih efektif.

Menurut Prof. Smit perkembangan ini memiliki relevansi di seluruh  dunia, dimana kejadian diabetes mellitus tipe 2 secara cepat meningkat. Khususnya di daerah non-Barat, Prof. Smit berpesan penting untuk melibatkan faktor lokal sosial dan budaya pada semua strategi untuk mencegah dan mengobati diabetes mellitus tipe 2.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Patofisiologi Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada 2030, penyandang diabetes di Indonesia melonjak menjadi 21,3 juta jiwa. Angka tersebut mengantarkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak ke-4 di dunia setelah Amerika Serikat, China dan India.

Diabetes-Melitus-Penyakit-Kencing-Manisimages (6)

Saat ini, diabetes mellitus merupakan penyebab kematian nomor enam dari seluruh kematian pada semua kelompok umur. Sayangnya, baru sekitar 30% yang terdiagnosis. Nampaknya, kurangnya pemahaman masyarakat dan kurangnya kompetensi Dokter Umum dalam penatalaksanaan diabetes menjadi kendala tersendiri. Dibutuhkan kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam mengatasi diabetes.

Ada berbagai permasalahan di Indonesia terkait diabetes mellitus. Pertama, prevalensi cenderung meningkat. Kedua, dari banyaknya jumlah penyandang diabetes mellitus, baru sekitar 30% yang telah terdiagnosis, sedangkan sisanya belum terdiagnosis. Dari yang terdiagnosisi sebagian telah disertai dengan komplikasi. Ketiga, rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap diabetes mellitus, padahal ini diperlukan bukan hanya untuk program terapi bahkan lebih penting lagi untuk program pencegahan.

Keempat, program pencegahan belum optimal. Penyakit diabetes mellitus sebenarnya dapat dicegah  atau ditunda kemunculannya bagi sebagian penduduk. Pencegahan diabetes dilakukan dengan melakukan identifikasi faktor risiko seperti : berat badan berlebih atau obesitas, gaya hidup bermalasan, adanya keluarga sebagai penyandang diabetes mellitus. Program pengendalian faktor risiko bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, hal ini merupakan tanggung jawab bersama dari berbagai Kementrian pemerintah daerah dan masyarakat. Program terpadu atau terkoordinasi dari berbagai unsur tersebut secara berkelanjutan masih memerlukan pembenahan. Kelima, minimnya informasi baru mengenai perkembangan pernyakit diabetes mellitus. Padahal, kapasitas provider kesehatan perlu selalu mendapatkan pembaharuan informasi. Demikian juga kapasitas pusat kesehatan yang ada. Hal ini memerlukan upaya yang cukup besar.

Keenam, beban ekonomi diabetes mellitus cukup besar. Beban ini  akan menjadi beban keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sebagian masyarakat belum ditanggung asuransi. Padahal penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang akan disandang seumur hidup dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi bila disertai komplikasi, hal ini pasti akan menimbulkan beban biaya bagi penyandang diabetes mellitus dan keluarga penderita.

Ada banyak faktor yang terlibat, seperti perubahan perilaku akibat peningkatan ekonomi masyarakat yang berpengaruh terhadap kemampuan penyediaan makanan (kalori), sehingga terjadi kelebihan konsumsi kalori. Tersedianya alat bantu untuk mengeerajakan bebagai kegiatan menjadikan kurangnya aktivitas jasmani.  Cara hidup yang kurang banyak bergerak, bekerja dengan komputer, play game merupakan hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai bagi penyandang diabetese mllitus dan mereka yang berisiko terhadap diabetes mellitus. Demikian juga akses untuk mendapat tempat berolahraga bagi masyarakat kebanyakan semakin sedikit. Berkurangnya lahan terbuka di kota-kota yang dapat dimanfaatkan untuk olahraga.

Banyak penyandang diabetes mellitus yang belum terdiagnosis, ini akan memberikan beban ekonomi sangat besar bagi keluarga. Baik akibat biaya yang langsung maupun biaya tidak langsung. Disisi lain, angka keberhasilan mencapai target terapi masih cukup rendah. Di berbagai bagian dunia angka keberhasilan mencapai target terapi masih dibawah 50%. Inipun  dengan upaya pemberian terapi secara kombinasi yang akan meningkatkan biaya pengobatan. Di beberapa daerah di Indoensia ketersediaan obat maupun provider kesehatan untuk penanganan diabates mellitus masih terbatas. Maka, tantangan yang muncul antara lain adalah bagaimana mengurangi atau menghambat peningkatan prevalen, menemukan penyandang diabetes mellitus  yang terdiagnosis meningkat dan segera mendapat penanganan sehingga komplikasi dapat dihindarkan, meningkatkan jumlah dan kualitas provider kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk diabetes mellitus sampai di tingkat paling depan.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Pada Anak

Anak Anda menderita diabetes? Jangan buru-buu melarang anak makan ini dan itu. Dengan pengaturan makan yang tepat, anak dapat sehat dan tetap bisa makan makanan kesukaannya.

Diabetes yang menyerang anak umumnya adalah diabetes tipe 1 yang memerlukan pantauan lebih sering terhadap glukosa darah dibanding dengan diabetes tipe 2. Menurut Dr. Gaga Irawan Nugraha, SpGK, diabetes tipe 1 harus dikontrol menggunakan insulin, di mana dosisnya perlu disesuaikan dengan usia, aktivitas, kondisi, dan makanan yang diasup oleh anak.

Namun seringkali orang tua menjadi kuatir dan terbawa denan istilah diet diabetes. Padahal pola makan anak dengan diabetes bertujuan sama dengan anak yang tidak menderita diabetes yaitu menjaga tubuh agar tetap kuat, untuk menunjang pertumbuhan, serta agar anak dapat mencapai berat badan yang sehat. Anak dengan diabetes harus tetap tumbuh secara optimal sama dengan anak tanpa diabetes itu yang harus selalu di perhatikan.

Sama seperti anak-anak pada umumnya, anak dengan diabetes memiliki tantangan untuk selalu makan makanan yang sehat. Hanya saja, mereka perlu lebih pintar dalam memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang diasup. Terutama pada makanan yang mengandung karbohdirat tinggi, termasuk makanan yang manis-manis.

skd238518sdcpiramida-makanan

PERHATIKAN PIRAMIDA MAKANAN

Tidak ada yang namanya diet diabetes yang terpenting adalah menjaga keseimbangan nutrisi yang diasup oleh anak. Menurutnya, tidak ada panduan kaku yang membatasi jenis makanan. Anda dapat mengajak anak untuk mengatur dietnya sendiri secara fleksibel dan tetap memiliki gizi seimbang. Gizi seimbang di sini, terdapat dalam konsep piramida makanan. Yaitu dengan lemak 25-30%, diikuti oleh protein 10-20% dari produk susu, daging, ikan, telur dan lainnya, kemudian sayur mayur dan buah-buahan. Lalu dengan porsi yang paling besar adalah karbohidrat.

Pada intinya ada 3 jenis nutrisi yang terkandung di dalam makanan yaitu lemak, protein dan karbohidrat. Lemak dalam jumlah kecil, umumnya tidak akan mempengaruhi kadar glukosa darah. Namun, lemak merupakan zat yang sulit dicerna. Pada saat anak makan makanan yang tinggi lemak, glukosa darah dapat meningkat selama 12 jam berikutnya. Protein juga umumnya tidak akan meningkatkan glukosa darah, jika dimakan dengan jumlah wajar.

Sedangkan yang paling berpengaruh terhadap kadar glukosa darah adalah karbohdirat. Ini karena akan dipecah oleh tubuh menjadi glukosa dan masuk ke dalam darah segera setelah makan. Oleh karena itu, sebaiknya pemeriksaaan kadar glukosa darah dilakukan sebelum makan dan 2 jam setelah makan. Idealnya, hasil pemeriksaaan setelah makan memiliki nilai 30-50 lebih tinggi dibanding sebelum makan. Jika tidak, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap jumlah asupan karbohidrat atau dosis insulin yang diberikan.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes adalah satu pennyakit kronis yang paling sering ditemukan pada abad ke-21 ini. Diabetes adalah penyakit serius, yang sering kali menimbulkan komplikasi penyakit lain. Senjata paling ampuh untuk mengalahkan diabetes adalah mengenali dan memahaminya. Keberhasilan Anda mengontrol gula darah akan membuat Anda terhindar dari berbagai komplikasinya seperti obesitas, penyakit jantung, stroke, ginjal, impotensi dan bahkan kematian. Penyebab penyakit diabetes melitus adalah naiknya kadar gula yang meninggi akibat kekurangan insulin.

Pembuangan glukosa melalui ginjal selalu disertai dengan pembuangan air, maka salah satu ciri diabetes melitus adalah meningkatnya kuantitas dan frekuensi buang air seni. Kadar glukosa dalam darah tentu jauh lebih tinggi dari kadar glukosa dalam urin. Pembuangan gula lewat ginjal pada setiap orang berbeda (tergantung pada fungsu ginjal tersebut) sehingga kadar gula dalam air seni tidak bisa otomatis mengukur kadar gula dalam darah. Jika di dalam air seni tidak terdapat glukosa, bukan berart glukosa dalam darah tinggi. Penyebab penyakit diabetes mellitus adalah gangguan dalam meregulasi kadar glukosa dalam darah dan gangguan pada transportasi glukosa dari darah ke dalam sel-sel.

terapi-diabetes

Walaupun kadar glukosa meningkat, proses pembakaran lemakdan protein tetap meninggi yang pada akhirnya meningkatkan keton dalam darah (aseton) dan sampah metabolisme sehingga terjadi proses toksifikasi zat asam. Semua ini disebabkan oleh produksi insulin yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Penyebab penyakit diabetes mellitus lainnya adalah :

  • terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi sehingga tidak dapat disimpan dalam hati dan sel otot (glikogen).
  • gula dalam darah tidak bisa amaksimal masuk dalam sel
  • hormon lainnya telah banyak mengubah zat-zat seperti karbohidrat dan protein menjadi glukosa sehingga kadar gula dalam darah meningkat.

Apabila penyakit diabetes melitus didiamkan tidak terkendali atau penderita tidak menyadari pennyakitnya maka akan timbul berbagao macam komplikasi kronis yang dapat berakibat fatal. Penyakit jantung, terganggunya fungsi ginjal, kebutaan, pembusukan kaki yang kadang memerlukan amputasi, hingga impotensi.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Pada Usia Lanjut

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah dan baru dirasakan setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuh.

Diabetes mellitus sering disebut sebagai the great imitator karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan dengan gejala sangat bervariasi. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan sampai ketika orang tersebut pergi ke dokter dan diperiksa kadar glukosa darahnya.

Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2003, diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karateristik hipoglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atua kedua-duanya.

Diabetes mellitus pada usia lanjut pada umumnya adalah diabetes tipe yang tidak tergantung pada insulin (NIDDM). Prevalensi diabetes mellitus makin meningkat pada usia lanjut.

Jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia terus meningkat dimana saat ini diperkirakan sekitar 5 juta lebih penduduk Indoensia atau berarti 1 dari 40 penduduk Indonesia menderita diabetes.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Diabetes Pada Kehamilan

Dulu wanita yang menderita diabetes dianjurkan untuk tidak hamil karena takut terjadi komplikasi pada ibu dan anak. Dengan adanya pengobatan dan kotnrol diabetes yang semakin baik kini kehamilan bagi seorang penderita diabetes sudah bukan masalah lagi.

Wanita yang menderita diabetes dan mengalami kehamilan dapat dibagi dalam dua kelompok. Yang pertama adalah yang sudah mengidap diabetes (tipe 1 atau tipe 2) sebelum hamil. Yang kedua adalah bahwa diabetes timbul pada saat hamil, biasanya pada trisemester (tiga bulan) kedua atau ketiga, atau disebut Diabetes Gestasi atau Festasional Diabetes, yang mana glukosa darah akan menjadi normal setelah melahirkan.

Karena glukosa darah yang tinggi membahayakan janin dalam kandungan, wanita penderita diabetes yang hamil harus bekerja sama dengan dokter atau tuim medis. Kontrol glukosa yang lebih baik akan mengurangi resiko pada ibu maupun janin.

Makin baik kontrol glukosa darah, makin sedikit kemungkinan komplikasi yang terjadi pada bayi yang lahir. Pada 8 minggu pertama kehamilan, terjadi pembentukan organ tubuh janin, seperti jantung, paru-paru, ginjal dan otak. Glukosa darah yang tinggi dapat menimbulkan cacat pada janin. Pada kehamilan yang sudah lebih dari 3 bulan, glukosa darah yang tinggi dapat mengakibatkan persalinan prematur atau kematian janin di dalam kandungan. Selain itu, diabetes yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan large baby atau bayi yang besar, paru-paru bayi tidak sempurna waktu lahir, atau hipoglikemia pada bayi waktu persalinan. Semua ini menyulitkan persalinan dan mebuat bayi harus dirawat lama di rumah sakit bahkan bisa menyebabkan kematian bayi.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment